https://soundcloud.com/kngow1709/fall-for-you-cover

Senin, 31 Agustus 2015

iPhone di Charging semakin lama semakin berkurang



Wah, di lihat dari judulnya saja sudah ngeri kan, pasti banyak timbul pertanyaan. Kenapa di charging kok malah semakin lama semakin berkurang, bahkan sampai 0% dan iPhone pun mati. Dan setelah mati nyalanya lagi lama, walaupun sudah ganti charger. Apakah chargernya yang rusak? Apkah colokan di iPhone kita yang rusak?
                Pengalaman pribadi, gue udah ganti kepala charge punya temen, kemudian pinjem  satu set shargernya sekalian, tapi tetep tidak bisa, sampai akhirnya gue mutusin untuk beli charger sendiri, yaitu charger paling mahal yang gue fikir mungkin bisa ngisi daya iPhone gue, ya sebenarnya harga chargernya hanya 65ribu saja. :D
                Dan kalian semua tau? Tetap saja tidak ada perubahan. Yeeeeiiieee!!!!!!!!!!!!!! Indah banget bukan? Dan setelah berfikir keras. Dan pada akhirnya gue inget waktu dulu pertama kali aku beli ini iPhone, batrai masih 40% pasti mati, paling banter 30%. Dan akhirnya gue bawa tuh ke apple center, dan kata mereka itu semua hanya karena iPhone gue ketinggalan iOs baru dan harus di upgrade. Gila nggak? Apa hubunganya coba batrai sama system operasi yang belum di upgrade ke system yang terbaru? Tapi entah apa hubungan mereka, ternyata setelah di upgrade ke iOs terbaru batrai normal lagi. Ish ish ish
                Nah, karena gue ingat peristiwa itu, aku mencoba masuk ke Pengaturan-Umum-Pembaruan Perangkat Lunak pada iPhone gue. Dan ternyata benar 100%, ada pembaruan iOs baru, nah kebetulan gue lagi males ke center apple, jadi gue memutuskan upgrade sendiri dah ini iPhone, gampang banget lagi. Ada dua cara,
Yang pertama, kalian tinggal ke tempat yang ada jaringan wifi gratisnya (ngirit), ingat, cadangkan dulu data kalian di iCloud. Caranya buka Pengaturan-iCloud-Cadangkan-Cadangkan Sekarang. Kemudian kalian lakukan seperti mengecek pembaruan perangkat lunak diatas, jika iPhone kalian sudah tersambung ke wifi maka aka nada tulisan “Perbarui sekarang” di bawah sendiri, klik aja, dan tunggu sampai proesnya selesai, mungkin membutuhkan waktu 2-3jam tergantung koneksi wifi yang kalian dapatkan, jadi batrai kalian jangan sampai habis, kalau cara agar batrai tidak habis aku rasa kalian juga tau bagaimana caranya. Atau kalau males ke tempat yang ada wifinya, kalian butuh hp satu lagi untuk di jadikan Hotspot, karena proses ini wajib menggunakan koneksi wifi.
Cara kedua adalah lewat iTunes yang sudah kalian download dan instal di mac atau windows, tidak beda juga, setelah iTunes di install, buka iTunes-sambungkan iPhone ke mac atau windows, kemudian dengan otomatis iTunes akan mengenali iPhone kalian. Kemudian cadangkan dulu data kalian yang ada di iPhone agar tidak hilang, setelah itu “Cek Pembaruan Perangkat Lunak” setelah muncul tinggal di download dan tunggu dah, nanti secara otomatis iOs kalian akan di upgrade.
                Dan jangan khawatir jika setelah selesai upgrade iPhone kalian restar berulangkali, karena itu sebagian dari persiapan iOs baru. Dan selamat iOs anda sudah terbaru. :D
                Sekian artikel dari saya, mohon maaf kalau ada kesalahan dalam hal apapun, terimakasih sudah berkunjung

Senin, 10 Agustus 2015

Kaca Pecah

Mreka, dia, anda ataupun aku, kita semua yang sekarang tanpa adanya sebuah kabar ataupun sapaan, bahkan mungkin bisa di bilang seperti orang yang belum pernah mengenal satu sama lain. Tapi, maklumilah semua itu kawan,
Mungkin dia atau mereka sekarang sedang sibuk dengan kekejaman dunia ini.
Yah, karna akupun begitu.
Tapi walau bagaimanapun mreka dulu pernah berasamamu, bersama kita.
Disaat kita lagi susah, kita lagi terjatuh, dan mrekalah yang membuat kita bangkit lagi dan membuat kita mempunyai kesempatan untuk merasakan apa itu kesenangan, candaan dan tawa yang kadang tidak terkontrol.
Mungkin kita semua sekarang seperti bintang jatuh, sekilas memberikan sebuah coretan cahaya, memaksa diri untuk membuat sebuah harapan, kemudian hilang tanpa permisi.
Tapi dunia ini memang begitu kejam kawan, seperti kata anak-anak jalanan "tak kerja maka tak makan".
Kini kita semua telah menuju kehidupan kita masing-masing, dunia yang dulu serasa milik kita sendiri, sekarang bahkan seperti tidak pernah memihak kepada kita.
Awan yang dulu selalu melindungi kita dari sinar matahari, kini membuat hujan deras tepat di atas kepala.
Memang benar bumi ini bulat, perubahan suasana dan sikap orang lain kepada kita pasti selalu terjadi.
Dan kita memang mau tidak mau harus menerimanya, karena itu adalah sebaian kecil dari jalan mereka menuju kesuksesan mereka.
Dan alangkah jahatnya kita yang mengaku sahabat jika menghambat perjalanan mereka itu.
Dan betapa bodohnya kita jika harus memutuskan sebuah ikatan yang dulu sudah terikat rapi hanya karna semua itu.
Hanya itu pesan dariku, selamat berjuang dan semoga sukses gaes!

Senin, 23 Maret 2015

MAKALAH SISTEM OLAHRAGA ASIA DAN INDONESIA (contoh makalah)

hei gaes, aku muncul lagi ni, tapi tidak seperti biasany, kali ini aku akan membahas tentang bagaimana cara membuat "MAKALAH". sebenarnya simple si, juman memang ada peraturan - peraturan yang harus di lakukan agar kita tidak mendapatkan kalimat dari dosen atau guru kita yang sama sekali tidak enak di dengar oleh telinga kita, peraturanya adalah sebagai berikut:
yang pertama dan perlu di wasapadai adalah Alignment harus Rata Kanan - kiri, paragraf baru harus menggunakan alenia, cover juga harus rapi, pertama gambar/logo sekolah/universitas agan, kemudian bawahnya adalah judul makalah, kalau yang lain saya rasa agan - agan sudah tau, saya kasih contohnya saja biar lebih jelas, berikut contohnys.



Logo+UWH.jpg

SISTEM OLAHRAGA ASIA
DAN
INDONESIA
Oleh:











 



EKO BUDI SUSILO
NIM: 148010057
UNIERSITAS WAHID HASYIM SEMARANG
FAKULTAS FKIP PJKR
TAHUN 2014-2015

v DAFTAR ISI

                                                                  I.            KATA PENGANTAR

                                                               II.            BAB I    : Pendahulian    


                                                           III.            BAB II   : Pembahasan

a.     Definisi Olahraga
b.    Sistem Olahraga Indonesia
c.      Jentera Lepas Perjalanan Olahraga Indonesia
d.    Belajar Dari Negeri Cina
e.      Saudara Tua Sepakbola Asia

                                                           IV.            BAB III : Penutup

a.     Kesimpulan
b.    Penutup
c.      Daftar Pustaka




KATA PENGANTAR


Dengan memanjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa penulis dapat menyelesaikan tugas pembuatan makalah yang berjudul SISTEM OLAHRAGA ASIADANINDONESIA dengan lancar.

Dalam pembuatan makalah ini, penulis mendapat bantuan dari berbagai pihak, maka pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada : Ibu dan Bapak dirumah yang telah memberikan bantuan materil maupun doanya, sehingga pembuatan makalah ini dapat terselesaikan. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu yang membantu pembuatan makalah ini.

Akhir kata semoga makalah ini bisa bermanfaat bagi pembaca pada umumnya dan penulis pada khususnya, penulis menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini masih jauh dari sempurna untuk itu penulis menerima saran dan kritik yang bersifat membangun demi perbaikan kearah kesempurnaan. Akhir kata penulis sampaikan terimakasih.


Semarang, Oktober 2014

            Penyusun


            EKO BUDI SUSILO



BAB I



·         PENDAHULUAN


Secara umum pengertian olahraga adalah sebagai salah satu aktivitas fisik maupun psikis seseorang yang berguna untuk menjaga dan meningkatkan kualitas kesehatan seseorang tersebut itulah olahraga.

Olahraga diartikan dalam bahasa inggris yaitu sport, makna sport sendiri menurut UNESCO adalah Setiap aktivitas tubuh berupa permainan yang berisikan perjuangan melawan unsur-unsur alam, orang lain, ataupun diri kita sendiri


 

BAB II

PEMBAHASAN



a.     Definisi Olahraga
Menurut Para Ahli
1.      Cholik Mutohir

    Olahraga adalah proses sistematik yang berupa segala kegiatan atau usaha yang dapat mendorong mengembangkan, dan membina potensi-potensi jasmaniah dan rohaniah seseorang sebagai perorangan atau anggota masyarakat berupa permainan, petandingan, dan prestasi puncak dalam pembentukan manusia yang memiliki Ideologi yang seutuhnya dan berkualitas berdasarkan Dasar Negara atau Pancasila.

2.      Dewan Eropa

Olahraga sebagai aktivitas spontan, bebas dan dilaksanakan dalam waktu luang.

3.       Edward (1973)

    Olahraga harus spontan dari konsep bermain, games, dan sport.

4.       Wikipedia

    Olahraga adalah aktivitas untuk melatih tubuh seseorang, tidak hanya secara jasmani tetapi juga secara rohani (misalkan catur).

5.      Soekarno

    Olahraga adalah alat untuk melaksanakan tiga tujuan revolusi Indonesia, yaiut: Negara Kesatuan RI yang kuat, masyarakat adil dan makmur, dan tata dunia baru. Dengan kata lain, Olahraga adalah alat untuk melaksanakan ampera (amanat penderitaan rakyat).

6.      Suryanto Rukmono, S. Si

    Olahraga adalah suatu kegiatan untuk melatih tubuh kita agar badan terasa sehat dan kuat, baik secara jasmani maupun rohani.




7.       Seno Gumira Ajidarma

    Olahraga adalah sarana kompetisi untuk menjadi nomer satu.

8.      Jessica Dolland

   Olahraga adalah pereda stress yang sangat baik. Olahraga dapat mengalihkan pikiran dari kekhawatiran dengan cara meredakan ketegangan otot tubuh.

9.      Kathryn Marsden

    Olahraga adalah pengusir stress terbaik yang pernah ditemukan.

10.  Hans Tandra
Olahraga adalah gerakan tubuh yang berirama dan teratur untuk memperbaiki dan meningkatkan kebugaran.


b.    Sistem Olahraga Indonesia


Pakar olahraga Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh mengemukakan bahwa sistem olahraga Indonesia ke depan harus diubah. Hal ini berguna untuk mengangkat prestasi atlet tingkat nasional dan internasional di masa mendatang.
"Ini penting dilakukan untuk mengubah sistem olahraga Indonesia, di samping memperkuat koordinasi antar instansi terkait agar saling mendukung bagi kemajuan," kata Syaifuddin M.Pd.

Syaifuddin M.Pd. yang juga Ketua Program Pasca Sarjana Pendidikan Olahraga Unsyiah itu menilai sistem olahraga di Indonesia belum berjalan dengan baik, sehingga banyak program pembinaan atlet kurang maksimal. Selain itu, program antara Mennegpora, KONI, dan Departemen Pendidikan Nasional harus lebih sinkron, sehingga tidak ada tumpang tindih dalam pembinaan.

Kerja sama tiga ini tersebut harus lebih ditingkatkan, terutama dalam melaksanakan tugasnya masing-masing demikian kemajuan program pembangunan di bidang olahraga.

Beliau juga mengatakan, "Jika semua ini berjalan secara baik sesuai program yang sudah tersusun, saya yakin prestasi olahraga di tanah air akan kembali meningkat,"

Beliau menilai, hubungan antar Mennegpora dan KONI selama ini kurang harmoni sehingga pembinaan berbagai cabang olahraga berjalan sendiri-sendiri sesuai program masing-masing.

Dia mengatakan, sumber daya manusia (SDM) olahraga juga harus ditingkatkan khususnya pelatih dan guru pendidikan jasmani (Penjas) di sekolah-sekolah."Hal ini sangat penting, karena merupakan ujung tombak pembinaan bibit olahraga sejak dini," katanya.

Beliau sangat mendukung pembinaan olahraga dengan menerapkan teknologi, guna meningkatkan prestasi atlet seperti di negara-negara yang atletnya telah sukses ternyata pembinaannya tidak terlepas dari teknologi.

 

c.      Jentera Lepas Perjalanan Olahraga Indonesia


Jentera adalah roda pemintal benang. Jika dia lepas, benang pun akan beruraian kusut. Demikian perjalanan dunia Olahraga prestasi negeri ini.Tetapi, dalam kekusutan itu sebenarnya ada harga sebuah nilai kebangsaan. Sea Games ke 27 yang rencananya akan digelar di Naypityaw Myanmar tinggal hitungan hari. Suka ataupun tidak pesta olahraga antar bangsa Asia Tenggara tersebut bagi negeri ini tetaplah merupakan titik kulminasi dan barometer olahraga prestasi. Ironis, sementara beberapa negara pesaing pada region yang sama kini berani punya obsesi menerbangkan atletnya ke level multi-event yang lebih tinggi.

Dikatakan Ironis karena sesungguhnya pada suatu masa, bangsa ini pernah punya sebuah obsesi tinggi yang mendahului negara negara elit Olahraga Asia lainnya.51 tahun lalu bangsa dengan populasi penduduk 250 juta jiwa ini pernah mencanangkan untuk menjadi negara elit Olahraga dunia. Dibidik dengan program yang berorientasi pada kebenaran sebuah proses, bertolak belakang dengan kondisi terkini yang lebih menjagokan jalan pintas.Bertempat di Bandung pada salah satu acara pengukuhan kontingen menjelang Asian Games Jakarta 1962, Presiden Soekarno dalam amanatnya berkata Buat apa toh sebetulnya kita ikut ikut Asian Games?”. Yaitu untuk mengangkatnama Negara Kesatuan Republik Indonesia.Indonesiayang tadinya tertulis di dalam kitab suci yang tertinggi di India, Jabadiuk-Swarna Dwipa (Jawa-Sumatera), kitab kitab kuno seperti, in de annalen van de geschiedenis van Tiongkok, saudara saudara, Silifitoze (Sriwijaya)”. Sudah tenggelam selama tiga setengah abad di mata dunia sepakbola.Akan tetapi, Indonesia sampai sekarang masih disebut oleh Negara-negara tetangga dengan nama Majapahit.

Presiden Soekarno dalam amanatnya juga menegaskan  Kemerdekaan Indonesia adalah pintu gerbang untuk masuk ke gelanggang Internasional sebagai bangsa baru, olahraga adalah alat untuk melaksanakan tiga tujuan revolusi Indonesia yaitu :
Negara kesatuan Republik Indonesia yang kuat, masyarakat adil dan makmur, dan tata dunia baru.Dengan demikian olahraga adalah alat untuk melaksanakan ampera (amanat penderitaan rakyat).
Engkau adalah olahragawan.Itulah kau punya wilayah, tetapi dedication of life-mu harus untuk Indonesia. Nah, inilah pesan yang aku berikan pada saat sekarang ini, dengan harapan agar kita nanti, bukan saja di dalam pertandingan-pertandingan Asian Games, tetapi seterusnya kita ini membangun suatu nation Indonesia, nation building Indonesia, yang membuat bangsa Indonesia bangsa yang mulia, bangsa yang tegak berdiri, bangsa yang bahagia,(Presiden Soekarno saat memberikan amanat kepada atlet di Sasana Gembira, Bandung, 9 April 1961).








Sukarno pada eranya menempatkan Olahraga prestasi sebagai alat perjuangan, instrument untuk proyeksi keunggulan, harkat dan martabat bangsa melalui sukses pada ajang pertandingan internasional. Setelah melakukan upacara pengkukuhan atlet Indonesia untuk Asian Games, Presiden Soekarno pun melakukan peninjauan langsung ke pelatnas di Bandung. Disana Presiden Soekarno banyak medapat penjelasan dari M.F Siregar yang saat itu menjadi penanggung jawab pelatnas.Tim Indonesia yang dibentuk ini kemudian medapat tantangan untuk bisa mewakili Indonesia di setiap cabang olahraga. Setiap anggota tim harus memiliki rasa kebangsaan yang tebal, rasa perjuangan yang menyala nyala, bermoral tinggi, berkemauan keras untuk menang dan memiliki sifat sifat sportif, penuh disiplin dan percaya diri. Semua atlet Indonesia yang akan bertanding di Asian Games diberi target untuk bisa mencapai The Big Six Asian .


Sebagian besar cabang diasuh pelatih asing serta beruji tanding di luar negeri, tidak heran apabila kontingen Indonesia pada Asian Games 1962 menorehkan hasil membanggakan, yakni menempati urutan kedua dalam daftar perolehan medali.

Jepang, seperti pada tiga Asian Games sebelumnya, menjadi juara umum dengan 73 emas, 55 perak, dan 24 perunggu. Indonesia berada di urutan kedua, walau memiliki perolehan emas terpaut cukup jauh daripada Jepang, yakni 11 emas, 12 perak, dan 28 perunggu.Posisi ketiga ditempati Filipina dengan 7 emas, 6 perak, serta 25 perunggu.

Bulu tangkis menyumbangkan lima emas untuk Indonesia. Ferry Sonneville, Tan Joe Hok, Tutang, Unang, dan Liem Tjeng Kiang mendapat emas beregu putra. Minarni, Retno Kustiah, Corry Kawilarang, Happy Herowaty, serta Goei Kiok Nio berjaya di beregu putri. Tiga emas lainnya didulang dari tunggal putra (Tan Joe Hok), tunggal putri (Minarni), dan ganda putri (Minarni/Retno Kustiah).

M Sarengat mempersembahkan dua emas dari cabang atletik, lari 100 meter dan 110 meter gawang putra. Mencetak waktu tempuh 10,5 detik untuk lari 100 meter putra, Sarengat sekaligus memecahkan rekor Asian Games. Loncat indah tidak mau ketinggalan dengan satu emas (papan 3 meter putri) berkat Lanny Gumulya.

Sistim Pemusatan latihan nasional yang dilakukan di atas, kelak ditiru oleh banyak negara Asia lainnya.Sementara Indonesia seiring dengan badai politik yang menerpa kemudian menjelma menjadi bangsa instan.

Selain tahapan persiapan kontingen seperti tersebut di atas, selama lebih kurang empat tahun, Indonesia berjuang untuk mewujudkan berbagai infrastruktur dan venue yang diperlukan untuk penyelenggaraan Asian Games IV/1962. Sebagai tuan rumah, Indonesia mati-matian ingin membuktikan kepada dunia internasional bahwa bekas negeri jajahan Belanda ini mampu menggelar kegiatan olahraga berskala internasional.





Di depan maket Stadion Senayan Bung Karno menunjuk-nunjukkan tongkatnya ke maket rencana Stadion Iniini akan jadi Stadion terbesar di dunia, ini adalah awal bangsa kita menjadi bintang pedoman bangsa-bangsa di dunia, semua olahraga dari negara-negara di dunia ini, berlomba disini. Kita tunjukkan pada dunia, Indonesia bangsa yang besar, yang mampu maju ke muka memimpin pembebasan bangsa-bangsa di dunia menuju dunia barunya.

Kompleks olahraga Senayan pun didirikan di Jakarta. dibangun mulai tanggal 8 Februari 1960  sebagai kelengkapan sarana dan prasarana menuju Asian Games. Pembangunannya didanai dengan kredit lunak dari Uni Soviet sebesar 12,5 juta dollar AS dan kepastiannya diperoleh pada 23 Desember 1958.

Di dalam kompleks, terdapat Stadion Utama Senayan nan megah yang mampu menampung 100.000 penonton. Belum lagi Stadion Renang, Stadion Tenis, dan Istana Olahraga (Istora).

Di luar Senayan, untuk menjamu tamu penting dari negara lain, Indonesia membangun hotel mewah, Hotel Indonesia.Persoalan transportasi diatasi dengan membangun Jembatan Semanggi serta jalan raya baru Tanjung Priok-Cawang, Jakarta Bypass.

Beberapa bulan menjelang Asian Games 1962 yang digelar pada tanggal 24 Agustus-4 September, tim inspeksi dari sejumlah negara Asia menyepakati bahwa Indonesia siap menjadi tuan rumah. Penilaian ini sangat baik, karena Asian Games IV akhirnya memang dapat terselenggara dengan cukup baik.




d.    BELAJAR DARI  NEGERI CHINA

Harus ada terobosan untuk membangkitkan prestasi olahraga Indonesia dari tidur panjang.Datangnya era reformasi yang membuat negeri ini makin demokratis.Hal itu di karenakan sistemyang telah di lakukan tidak bisa menghasilkan prestasi yang maksimal.

Indikatorsejumlah prestasi kelas dunia dan Asia yang sempat diraih pada masa lalu, sampai saat ini belum bisa di cappai lagi.

Pada ajang Asian Games ke-16 terakhir di Guangzhou China, Indonesia hanya mampu menempati posisi ke-13 dengan 4 medali emas, 9 perak, dan 12 perunggu.Cabang olahraga yang ditargetkan menyumbang emas, seperti wushu, angkat besi, dan bulutangkis beregu, belum bisa di maksimalkan dengan baik. Beruntung, atlet perahu naga putra yang nyaris tidak  berangkat, mampu mempersembahkan tiga medali emas. Satu emas tambahan datang dari bulutangkis perorangan nomor ganda putra.
Pencapaian Indonesia kalah jauh dari Thailand yang menduduki peringkat 9 dengan 11 medali emas dan Malaysia di nomor 10 dengan 9 emas.China di urutan teratas dengan 197 emas.     Hasil itu membuktikan bahwa ada yang kurang baik dengan pembinaan olahraga kita.Untuk itu, harus ada evaluasi total atas sistem pembinaan olahraga kita, yang diikuti dengan penerapan strategi jitu mendongkrak prestasi.

Syarat utama kemajuan olahraga Indonesia saat ini adalah perhatian pemerintah yang lebih serius.Pemerintah harus menjadi motor penggerak, agar semua komponen bangsa terpanggil memberikan sumbangsih. Segudang masalah yang menjadi kendala, seperti kompetisi yang kurang, tidak adanya sistem pembinaan berjenjang, minimnya fasilitas pendukung, dualisme Kemenpora dan KONI, dan sebagainya,  harus segera dibenahi.

Masalah dana yang paling sering disuarakan sebagai kendala utama pembinaan olahraga harus dicarikan solusinya. Harus ada mekanisme pendanaan yang jelas bagi cabang olahraga prioritas  Selain mengandalkan dana dari APBN dan APBD, pemerintah semestinya bisa mendorong pihak swasta untuk lebih berperan dalam memacu prestasi olahraga di Tanah Air.
Catatan menunjukan bahwa dari sekian banyak perusahaan nasional, tak sampai sepuluh yang aktif mensponsori kegiatan olahraga.Itu pun umumnya perusahaan rokok.
Padahal, pemerintah bisa memaksa swasta berkontribusi sebagai bagian dari program corporate social responsibility (CSR).Keterlibatan swasta tidak saja berpotensi melahirkan bibit-bibit atlet berprestasi, tetapi juga meningkatkan kesehatan masyarakat. Pola seperti ini akan  membuat program CSR lebih bermakna.

Pemerintah harus mendorong agar budaya olahraga makin tumbuh dalam masyarakat.Analisis menunjukan bahwa negara yang budaya olahraganya kuat, umumnya prestasi olahraganya tinggi.

Kehebatan prestasi olahraga China dibangun di atas fondasi budaya olahraga masyarakatnya yang kuat.Di   negeri ini sulit kita temukan lapangan atau taman-taman olahraga yang kosong dari kegiatan olah fisik warganya.Indonesia juga harus bisa memetik pelajaran dari China, yang mampu berdiri tegak di kancah olahraga internasional.China mampu menyelaraskan kemajuan ekonominya dengan pencapaian prestasi atlet-atletnya.Tak salah hipotesis yang menyebutkan bahwa prestasi olahraga paralel dengan pencapaian bidang-bidang lainnya, seperti pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.

Lepas dari hipotesis tersebut, pencapaian olahraga China 10 tahun belakangan ini tidak terjadi begitu saja. Peningkatan prestasi mereka dibangun sistematis dengan menetapkan  10 Arah Pembangunan Olahraga Nasional. Melalui program ini, China antara lain menetapkan kerangka kebijakan olahraga nasional, menyiapkan reformasi industri olahraga dan menerapkan strategi jangka panjang dan menengah, meningkatkan partisipasi dan kesempatan berkegiatan olahraga, serta mendukung penelitian dan pembangunan olahraga serta mempromosikan pencapaian-pencapaian tertinggi dalam olahraga. Grand Design.







e.      Saudara Tua Sepakbola Asia


Jepang yang dulu pernah belajar sistem kompetisi Indonesia, perlahan menjadi penguasa Asia.Indonesia kini harus belajar sepakbola dari saudara tua, kata sutradara sekaligus penulis sepakbola Andibachtiar Yusuf.

Kami adalah bagian dari dunia, ujar Daisuke Oku saat timnya berhasil lolos ke babak 16 besar Piala Dunia di rumah mereka 11 tahun lalu. Gelandang serang tim nasional Jepang ini patut merayakan keberhasilan timnya lolos ke babak selanjutnya, setelah 4 tahun sebelumnya harus puas menjadi pelengkap grup. Pencapaian yang kemudian kembali mereka ulangi di Afrika Selatan 2010 sebelum dihentikan oleh Paraguay hanya dengan cara adu tendangan penalti.

Jepang lah yang terbaik di Asia, ujar Akihiro Matsumoto saat saya bertanya secara berseloroh tentang Siapa yang terbaik di Asia, di sekitar bulan Desember 2011.Saat itu Jepang baru saja menaklukkan Australia di final Piala Asia di Qatar sekaligus menegaskan kekuatan mereka di dunia Sepakbola Asia.Pertanyaan itupun saya lontarkan di Museum Sepakbola di Tokyo, tempat dimana Jepang meletakkan segala memorabilia keikutsertaan mereka di turnamen terbesar dunia ini…”The mother of all summer! tulis The Guardian setiap saat menjelang Piala Dunia bergulir.

Walaupun sejauh ini masih belum mampu lolos lebih jauh dari 16 tim terbaik di turnamen, Jepang berhasil menunjukkan pada dunia Bahwa mereka adalah bagian dari dunia, Inilah gagasan awal berdirinya J-League, liga professional di Jepang 2 dekade lalu, keinginan untuk melengkapi hegemoni mereka di dunia. Kami telah memberi dunia banyak hal, budaya, teknologi, peradaban, ujar Shinji Nakayama salah seorang pemain yang mengikuti liga di awal-awal berdirinya Tapi kami belum memainkan Sepakbola dengan benar, tegasnya.Sebuah keinginan untuk semakin mengesahkan eksistensi mereka dalam peradaban dunia modern.

Tak bisa dipungkiri bahwa negeri Matahari Terbit adalah salah satu negeri digdaya di dunia.Pengaruh mereka sangat luar biasa baik di sektor ekonomi riil, teknologi, pangan, perikanan, perbankan atau bahkan jasa periklanan. Siapa yang berani menyangkal, bahwasanya produsen otomotif terbesar di dunia adalah Toyota, produsen elektronik ternama adalah Sony atau merk-merk lainnya yang terus menyerbu dunia dengan moda dan cara penetrasinya masing-masing.
Jepang memiliki nyaris segalanya, sampai saya akhirnya sadar saat pertama kali menjejakkan kaki di negeri itu 2 tahun lalu bahwa Mereka memang tak butuh-butuh amat bahasa Inggris, bahasa yang disebut sebagai gerbang pergaulan dunia seperti dinisbikan oleh bangsa di Timur Asia ini dengan kemampuan mendominasi dunia dengan cara mereka yang serupa dengan yang dilakukan oleh bangsa-bangsa maju di dunia.
Setelah menyerbu secara teknologi dan ekonomi, mereka masih menyadari bahwa segala yang mereka miliki itu masih minus satu hal penting yaitu Sepakbola.Inilah satu-satunya produk budaya dunia yang belum mereka kuasai dengan baik.Padahal Sepakbola adalah sebuah produk budaya yang dengan sederhana dan cepat mampu menyatukan seluruh dunia dengan sesaat.
Sepakbola adalah budaya global modern yang akan terus berkembang, ujar Eduardo Galeano seorang sastrawan asal Uruguay. Bagi Eduardo, Sepakbola adalah sebuah produk seni yang bernilai sama dengan karya seni lainnya Orang menyebut Sepakbola sebagai sebuah permainan yang indah, bagi saya ia lebih dari itu karena Sepakbola telah menghasilkan banyak seniman. Bagi saya Sepakbola adalah sebuah hasil kebudayaan bangsa-bangsa dunia yang semakin modern, jelas Eduardo lagi

Inilah alasan mengapa Jepang begitu berambisi untuk menjadikan Sepakbola mereka berada dalam lingkup dunia.Dengan menguasai permainan ini dunia seolah sudah di tangan bangsa yang pernah menyebut dirinya Saudara Tua di Asia ini.Karena kami sudah memiliki hampir semuanya dan satu langkah lagi maka Sepakbola kami sudah menguasai dunia, tegas Naohiko Iyazaki seorang penggemar klub Kawasaki Frontale yang saya temui sekitar setahun lalu di sebuah pertandingan liga.

Kita mengenal bangsa yang pernah menginvasi Tanah Air ini sebagai bangsa yang tidak hanya disiplin tapi juga beretos kerja sangat tinggi.Tidak heran jika mereka melakukan riset luar biasa terhadap keberadaan Sepakbola.Penjuru dunia mereka telusuri untuk menemukan model yang tepat bagi bentuk kompetisi yang tepat untuk mereka.Indonesia yang praktis bukan negara Sepakbola pun mereka sambangi untuk melihat kompetisi semi profesional kita di pertengahan era 1980an dulu.

 
BAB III



A.          KESIMPULAN


Sesungguhnya negeri ini mampu bicara banyak di kanca Asia, bahkan Dunia, karena kondisi tersebut di atas, pernah digelar dalam bentuk dan kondisi sesuai dengan jamannya, sebelum berantakan digerus oleh gelombang politik. Dibutuhkan kemauan dari semua elemen peningkatan prestasi, untuk kembali menempatkan olahraga sebagai alat perjuangan, instrument proyeksi keunggulan, harkat dan martabat bangsa. Satu satunya cara untuk itu adalah proses pembinaan harus kembali pada paradigma yang berorientasi pada proses.Tanpa hal tersebut negeri ini hanya akan tertipu oleh fatamorgana prestasi.
  

B.         PENUTUP



Demikian makalah yang saya buat, saya mohon maaf apabila ada kesalahan ejaan dan kalimat yang kurang jelas.
Saya menyadari bahwasanya karya tulis yang saya buat masih banyak sekali kekurangan, karena kesempurnaan hanya milik ALLAH S.W.T semata.
Sekian penutup dari saya semoga dapat di terima dan saya ucapkan terimakasih.

C.          DAFTAR PUSTAKA

      Khusus Untuk daftar pustaka silahkan isi dengan alamat blog ini saja, trimakasih sudah berkunjung.