https://soundcloud.com/kngow1709/fall-for-you-cover

Minggu, 21 September 2014

Ati karep Bondo cupet


                Yah, kita mungkin sering mendengar kata itu dari remaja, "Ati karep bondo cupet, isone mung nyerahke nyowo, dawe merdukun," khususnya remaja cowok, sepintas seper ti kata bualan yang tak ada maknyanya, tapi loe semua tau nggak gaes? Itu adalah kata-kata yang keluar dari nurani dan sanubari seorang pujangga muda. kata-katanya terlalu alay ya?haha dan itu juga hanya kata khiasan, bukanya mau merdukun beneran.


          Jadi di ibaratkan kita mempunyai sebuah keinginan yang sangat menggebu-nggebu, akan tetapi kita tidak punya harta untuk menggapainya, mau minta orang tua, iya kalau orang tua kita punya cetakan uang, la kalo tidak? Ya terima nasib saja, apa salah bunda mengandung? :D
          Hal ini banyak di rasakan oleh kalangan Mahasiswa baru yang dari kampung, baru mengenal kondisi kota, terkecuali anak pejabat desa loh, kota yang di lihat indah, rame, lengkap, ternyata itu hanya bisa di rasakan oleh kalangan orang-orang berduit, kalo buat remaja yang pendapatan orang tua pas-pasan ya apa mau di kata, kota bukanlah tempat yang ramah untuk di tinggalin.
          Mungkin kalian pernah mendengar kalimat “ibukota lebih kejam dari ibu tiri”, kalian semua setuju? Kalo gue mah enggak, menurut gue bukan hanya ibukota yang kekejamannya melebihi ibu tiri, tapi semua kota besar. Memang kita tidak harus memandang klan, ras, genre, Agama, dan adat istiadat, akan tetapi, kita juga tidak mengenal perikemanusiaan, wah parah banget kan?
          Gue pernah punya pengalaman sedikit, yang bisa menggugah hati gue yang udah lama mati, gue yang dulunya selalu menjadi momok orangtua, selalu meminta uang ini itu, selalu menyusahkan orangtua, kini sudah agak sedikit berbeda, gue jadi tau kalau mencari uang itu tidak semudah yang gue bayangin, tidak seperti menghirup nafas di pegunungan jayawijaya, padahal gue belum pernah kesana, loh malah jadi curhat, kembali ke topik! :D
          Iya, dengan pengalaman gue itu, bisa membuat gue lebih menghargain nominal uang, meskipun sampai detik ini gue belum bisa hidup hemat, tapi setidaknya sekarang gue udah lebih meringankan beban orangtua terhadap hidup gue yang tidak jelas ini.
          Hari ini temen gue curhat ma gue, katanya dia iri lihat temen-temennya yang selalu bisa jalan dan menggandeng cewe tanpa harus memikirkan besok makan sama apa, la mau gimana, bukanya dia tidak laku, tapi apa mau di kata, buat makan saja pas-pasan, gimana mau nggandeng cewek?  Ngelirik saja ngk brani.

Pada akhirnya, dia mendengarkan syaran dari gue, dan sekarang dia kuliah sambil keja..wehhh kerennn kan temen gue itu?


          Intinya, gue juman mau ngomong, ini hidup kita sendiri, bukan hidup orang tua, trus apa kita salah kalau minta orang tua terus? Kan anak sudah menjadi tanggung jawab orang tua, haha loh loh, emang elu mau selamanya jadi anak kecil yang harus di kasih air susu ibu?
          Gunakanlah waktumu dengan sebaik-baiknya, di saat elu masih punya kesempatan untuk membahagiakan kedua orang tua elu, biar elu nggak nyesel di kemudian hari, okk gaes?
Salam satu jiwa, ini hanya bacotan frontal gue, jika ada kesamaan tokoh, nama, dan peristiwa, itu hanya kebetulan semata, syaran dan kritik boleh di lakukan. ;)
@BudizGtz

Tidak ada komentar:

Posting Komentar