Yah, kita
mungkin sering mendengar kata itu dari remaja, "Ati karep
bondo cupet, isone mung nyerahke nyowo, dawe merdukun," khususnya remaja cowok, sepintas
seper ti kata bualan yang tak ada maknyanya, tapi loe semua tau nggak gaes? Itu
adalah kata-kata yang keluar dari nurani dan sanubari seorang pujangga muda. kata-katanya
terlalu alay ya?haha dan itu juga hanya kata khiasan, bukanya mau merdukun beneran.
Jadi di
ibaratkan kita mempunyai sebuah keinginan yang sangat menggebu-nggebu, akan
tetapi kita tidak punya harta untuk menggapainya, mau minta orang tua, iya
kalau orang tua kita punya cetakan uang, la kalo tidak? Ya terima nasib saja,
apa salah bunda mengandung? :D
Hal ini banyak
di rasakan oleh kalangan Mahasiswa baru yang dari kampung, baru mengenal
kondisi kota, terkecuali anak pejabat desa loh, kota yang di lihat indah, rame,
lengkap, ternyata itu hanya bisa di rasakan oleh kalangan orang-orang berduit,
kalo buat remaja yang pendapatan orang tua pas-pasan ya apa mau di kata, kota
bukanlah tempat yang ramah untuk di tinggalin.
Mungkin kalian
pernah mendengar kalimat “ibukota lebih kejam dari ibu tiri”, kalian semua
setuju? Kalo gue mah enggak, menurut gue bukan hanya ibukota yang kekejamannya
melebihi ibu tiri, tapi semua kota besar. Memang kita tidak harus memandang
klan, ras, genre, Agama, dan adat istiadat, akan tetapi, kita juga tidak
mengenal perikemanusiaan, wah parah banget kan?
Gue pernah
punya pengalaman sedikit, yang bisa menggugah hati gue yang udah lama mati, gue
yang dulunya selalu menjadi momok orangtua, selalu meminta uang ini itu, selalu
menyusahkan orangtua, kini sudah agak sedikit berbeda, gue jadi tau kalau
mencari uang itu tidak semudah yang gue bayangin, tidak seperti menghirup nafas
di pegunungan jayawijaya, padahal gue belum pernah kesana, loh malah jadi
curhat, kembali ke topik! :D
Iya, dengan
pengalaman gue itu, bisa membuat gue lebih menghargain nominal uang, meskipun
sampai detik ini gue belum bisa hidup hemat, tapi setidaknya sekarang gue udah
lebih meringankan beban orangtua terhadap hidup gue yang tidak jelas ini.
Hari ini temen gue curhat ma gue, katanya dia iri lihat
temen-temennya yang selalu bisa jalan dan menggandeng cewe tanpa harus
memikirkan besok makan sama apa, la mau gimana, bukanya dia tidak laku, tapi
apa mau di kata, buat makan saja pas-pasan, gimana mau nggandeng cewek? Ngelirik saja ngk brani.
Pada akhirnya, dia mendengarkan syaran dari gue, dan sekarang
dia kuliah sambil keja..wehhh kerennn kan temen gue itu?
Intinya, gue
juman mau ngomong, ini hidup kita sendiri, bukan hidup orang tua, trus apa kita
salah kalau minta orang tua terus? Kan anak sudah menjadi tanggung jawab orang
tua, haha loh loh, emang elu mau selamanya jadi anak kecil yang harus di kasih
air susu ibu?
Gunakanlah waktumu
dengan sebaik-baiknya, di saat elu masih punya kesempatan untuk membahagiakan
kedua orang tua elu, biar elu nggak nyesel di kemudian hari, okk gaes?
Salam satu jiwa, ini hanya bacotan frontal gue, jika ada
kesamaan tokoh, nama, dan peristiwa, itu hanya kebetulan semata, syaran dan
kritik boleh di lakukan. ;)
@BudizGtz
Tidak ada komentar:
Posting Komentar